Pada Senin, 19 Januari 2026, pukul 16.00 WIB, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan program kerja pembuatan pestisida nabati dari limbah dapur. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Wadaslintang dan melibatkan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) RT 03. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN Unsoed kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif dan aplikatif di bidang lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Unsoed berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu KWT, terhadap pentingnya pengelolaan limbah dapur. Limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak bernilai, seperti kulit bawang, diperkenalkan sebagai bahan alternatif pembuatan pestisida nabati. Selain mampu mengurangi volume sampah rumah tangga, pestisida nabati dinilai lebih aman bagi kesehatan dan ramah terhadap lingkungan dibandingkan pestisida kimia.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Unsoed memberikan pemaparan materi mengenai konsep dan manfaat pestisida nabati secara sederhana dan mudah dipahami. Peserta dijelaskan mengenai bahan-bahan yang dapat dimanfaatkan, serta fungsi pestisida nabati dalam mengendalikan hama tanaman. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif agar peserta dapat memahami setiap tahapan proses dengan baik.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan teknis pembuatan pestisida nabati dari kulit bawang. Mahasiswa KKN Unsoed menjelaskan bahwa kulit bawang yang telah dikumpulkan dimasukkan ke dalam galon bekas dengan takaran setengah atau seperempat galon. Selanjutnya, galon diisi air sebanyak 10 liter dan difermentasi selama 2–3 hari di tempat teduh tanpa paparan sinar matahari langsung hingga siap digunakan.
Tidak hanya berhenti pada penyampaian teori, mahasiswa KKN Unsoed juga mengajak ibu-ibu KWT untuk melakukan praktik langsung pembuatan pestisida nabati. Kegiatan praktik ini berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta serta keaktifan mereka dalam mengikuti setiap tahapan. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap inovasi sederhana yang dapat diterapkan di rumah.
Secara keseluruhan, program kerja ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari peserta. Melalui kegiatan pembuatan pestisida nabati ini, mahasiswa KKN Unsoed berharap masyarakat Wadaslintang dapat menerapkan pengelolaan limbah dapur secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mendukung praktik pertanian ramah lingkungan di tingkat rumah tangga.